Pengertian Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Ngopo.comPengertian Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan perubahan dimana tekanan darah meningkat secara kronik. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri. Arteri adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh tubuh. 

Perlu diketahui bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). 

Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh. Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. 

Sedangkan pengertian hipertensi menurut beberapa ahli adalah sebagai barikut :

  1. Menurut Kamus Kedokteran Dorland, Hipertensi atau tekanan darah tinggi itu diartikan sebagai tekanan darah arterial yang tetap tinggi; dan tidak memiliki sebab yang essential, idiopatic, atau primary hypertension.
  2. Menurut Udjianti (2010), Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus dari suatu periode tertentu.
  3. Menurut Ignatavicius & Workman (2009), Hipertensi atau tekanan darah tinggi didefenisikan sebagai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg
  4. Menurut Wiryowidagto (2003), Hipertensi adalah suatu penekanan darah sistolik dan diastolik yang tidak normal. Garis batas dari hipertensi umumnya tekanan sistolik yang berkisar antara 140-190 mmHg dan tekanan diastolik antara 90-95 mmHg (Riyadi, 2011). Sementara itu dianggap tekanan darah normal jika tekanan diastolik lebih kecil dari 85 mmHg, normal tinggi jika tekanan diastolik 85-89 mmHg, hipertensi ringan 90-104 mmHg, hipertensi sedang 105-114 mmHg, dan tekanan darah tinggi lebih dari 115 mmHg.
  5. Sedangkan menurut Smeltzer & Bare (2002) mendefinisikan hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. 
  6. Menurut WHO, batasan tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg, sedangkan tekanan darah lebih dari 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.

Untuk remaja dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolik (TDS) = 140 mmHg atau tekanan darah diastolik (TDD) = 90 mmHg (Saing, 2005). Remaja (usia 13-15 tahun) dikatakan hipertensi signifikan jika TDS ≥ 136 mmHg dan TDD ≥ 86 mmHg dan hipertensi berat jika TDS ≥ 144 mmHg dan TDD ≥ 92 mmHg. Sedangkan remaja (usia 16-18 tahun) dikatakan hipertensi signifikan jika TDS ≥ 142 mmHg dan TDD ≥ 92 mmHg dan hipertensi berat jika TDS ≥ 150 mmHg dan TDD ≥ 98 mmHg.

Baca juga : 
Ternyata Hal-hal Ini Dapat Mempercepat Proses Penuaan
Pahami Apa Itu Hipertensi, Agar Kamu Bisa Mengantisipasi

Artikel NGOPO.COM Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top