11 Bahaya WiFi Bagi Kesehatan, Termasuk Merusak SPERMA!

Ngopo.com - Sobat ngopo, hari ini WiFi bukanlah hal baru dan aneh lagi. Kamu dapat menemukan fasilitas WiFi dimana-mana, di rumah, di kantor, di mall, di sekolah, dan hampir semua fasilitas umum menyediakan WiFi. Selain itu, perangkat elektronik pun telah banyak yang menggunakan WiFi untuk terhubung dengan internet. Mulai dari smartphone, tablet, laptop, bahkan TV dan kulkas pintar juga sudah ada yang menggunakan WiFi. Semakin canggih aja ya? Walaupun demikian, namun perlu juga kamu waspadai karena ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh WiFi, loh!


Berbagai macam dampak dari radiasi WiFi di bawah ini diperoleh dari hasil penelitian. WiFi memang menawarkan kepraktisan dan kecepatan transfer data dan kemudahan dalam mengakses internet. Tapi, kamu harus lebih bijaksana dalam penggunaan WiFi, sehingga kamu tidak akan mengalami berbagai bahaya WiFi yang akan kita ulas berikut ini.

Inilah 11 Bahaya WiFi Bagi Kesehatan :

1. Meningkatkan Resiko Penyakit Kanker dan Tumor

Sebenarnya hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut, namun sudah sering ditemui bahwa paparan radiasi dari gelombang elektromagnetik dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terjangkit penyakit berbahaya seperti kanker atau tumor. Salah satu kasus terjadi pada seorang wanita berumur 21 tahun. Ia mengalami kanker payudara, walaupun tidak ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara. Ternyata, tumor pada payudaranya tumbuh di area tempat biasa ia menaruh HP di BH-nya.

2. Menurunkan Kualitas Sperma

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan frekuensi Wi-Fi dapat menurunkan kualitas sperma, dimana hal tersebut dapat mengurangi gerakan sperma dan bahkan bisa menyebabkan fragmentasi DNA pada hewan dan tumbuhan.

3. Menurunkan Kesuburan

Duh, selain kejantanan laki-laki, kesuburan wanita juga terancam oleh paparan radiasi WiFi. Dari hasi studi yang dilakukan pada beberapa jenis hewan seperti pada tikus yang terkena frekuensi nirkabel selama 2 jam sehari dalam kurun waktu 45 hari menunjukkan bahwa beberapa frekuensi nirkabel dapat mencegah implantasi telur dan secara signifikan telah meningkatkan resiko stress oksidatif. Akibat dari kerusakan sel yang berdampak pada struktur DNA dari paparan radiasi tersebut menunjukkan kemungkinan kuat terjadinya kehamilan abnormal atau kegagalan telur untuk implan.
Serem, lah!

4. Menyebabkan Insomnia (Susah Tidur)

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 di Amerika menunjukkan bahwa mereka yang terkena paparan radiasi elektromagnetik secara signifikan lebih sulit untuk tidur pulas serta mengalami perubahan pola gelombang otaknya. Pada akhirnya hal ini dapat memicu tingkat depresi dan darah tinggi (hipertensi) yang sebabkan kualitas tidur yang tidak baik. Untuk itu, para ahli kesehatan sangat menyarankan agar menjauhkan tubuh dari ponsel ataupun jaringan Wi-fi pada saat tidur.

5. Menyebabkan Pusing Kepala

Paparan radiasi elektromagnetik gelombang WiFi yang mempengaruhi gelombang otak itu bisa menyebabkan kepala kamu akan terasa berat dan pusing. Bahkan dapat berbahaya bagi kamu yang sering mengalami vertigo.

6. Menghambat Pertumbuhan Anak dan Remaja

Dalam sebuah penelitian di Austria pada tahun 2009diketahui bahwa paparan frekuensi radio yang dihasilkan oleh gelombang WiFi dan telepon seluler dapat mengganggu pertumbuhan sel normal, terutama pada perkembangan janin di dalam kandungan. Dalam studi lain dipaparkan bahwa WiFi juga dapat menghambat pertumbuhan pada anak-anak dan remaja. Jadi, memperkenalkan perangkat gadget dan sinyal WiFi kepada anak-anak usia dini bukanlah hal yang bijak.

7. Menghambat Pertumbuhan Sel Pada Tumbuhan

Wah, ternyata bahaya WiFi tidak hanya berdampak pada manusia, tanaman pun dapat terhambat pertumbuhannya akibat terpapar sinyal WiFi. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Denmark. Tanaman yang ditanam di area dengan sinyal WiFi kencang ternyata tidak bisa tumbuh dengan sempurna.

8. Dapat Merusak Sel-sel Otak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan National Toxicology Program telah mempelajari efek radiasi non-termal pada kesehatan manusia. Hasilnya adalah paparan radiasi yang terjadi secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit serius, terutama bagi anak-anak. Mengapa? Karena anak-anak memiliki sistem saraf dan otak yang masih dalam proses perkembangan. Mereka memiliki tengkorak yang lebih tipis dan lebih kecil dari orang-orang dewasa. Hal tersebut dapat berakibat lebih mudahnya radiasi untuk menembus lebih dalam ke otak mereka. Membuat sel-sel otak menjadi rusak, sehingga menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti penyebab sakit kepala, mudah merasa lelah, gangguan konsentrasi, serta kehilangan memori dalam jangka waktu yang pendek.

9. Mengurangi Aktivitas Otak

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 30 orang terdiri dari 15 pria dan 15 wanita, dimana pada awalnya kedua kelompok tersebut diuji tanpa terkena radiasi Wi-fi sedikitpun. Setelah dilakukan pengukuran pada aktivitas otak, hasilnya menunjukkan bahwa tidak terjadi masalah apapun pada mereka. Namun pada saat kedua kelompok tersebut terkena radiasi dari Wifi dengan kapasitas 2.4 GHz dari titik akses nirkabel selama +/- 45 menit, ternyata setelah dilakukan pengukuran aktivitas otak mereka, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi pengurangan aktivitas dan energi otak paling besar pada wanita. Tapi kamu yang laki-laki jangan senang dulu, sebab paparan radiasi WiFi juga mempengaruhi otak laki-laki, walaupun efeknya tidak sebesar pada wanita.

10. Memicu Stres Pada Jantung

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan setidaknya 69 subyek telah disimpulkan bahwa banyak dari mereka yang terkena paparan radiasi electromagnet mengalami respon fisik nyata, yaitu dengan meningkatnya denyut jantung. Denyut jantung mereka menjadi jauh lebih cepat daripada denyut normal. Denyut jantung yang begitu cepat ini seperti orang yang sedang dalam himpitan stres tinggi.

11. Electromagnetic Hypersensitivity Intolerance Syndrome (EHS)

Dalam sebuah kasus yang terjadi di Inggris, dimana seorang wanita telah mengalami gangguan kesehatan  akibat terlalu dekat dengan pancaran Wi-fi. Wanita tersebut mengalami rasa linu pada bagian mulutnya. Dan setelah melakukan pemeriksaan pada dokter, ternyata wanita tersebut divonis mengalami electromagnetic hypersensitivity intolerance syndrome/EHS, yaitu suatu sindrom langka akibat hipersensitivitas elektromagnetik.

Cara Mengurangi dan Mencegah Dampak WiFi untuk Kesehatan

11 Macam bahaya WiFi di atas cukup menyeramkan, bukan? Tapi berbagai masalah yang mungkin timbul itu bisa kamu minimalisir kok! Kamu bisa melakukan pencegahan dengan beberapa cara. Misalnya, menggunakan kembali jaringan kabel, mematikan router WiFi apabila tidak digunakan, mengurangi penggunaan gadget, serta membudayakan hidup sehat dengan makanan sehat dan berolahraga secara teratur.

Itulah 11 macam bahaya radiasi WiFi bagi kesehatan kamu dan solusi untuk meminimalisir dampaknya. Semoga bermanfaat bagi sobat ngopo, dan jika kamu punya info atau pendapat lain tentang bahaya radiasi WiFi ini, silakan tulis pendapat kamu pada kolom komentar di bawah ini.

Baca juga:
Mengejutkan, Inilah Manfaat Tidur Tanpa Mengenakan Celana Dalam
Serius! Mulai Sekarang Stop Bawa Gadget ke Tempat Tidur
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memperkenalkan Gadget Pada Anak?
Inilah Cara Ampuh Obati Keseleo Tanpa Urut
Inilah Cara Mudah Menghilangkan Kutil Tanpa Operasi

Artikel NGOPO.COM Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top