Inilah Penjelasan Para Ulama Islam Tentang "Kontroversi Bumi Datar"



Ngopo.com - Akhir-akhir ini berkembang suatu perdebatan mengenai bentuk bumi kita, apakah bentuknya bulat ataukah datar. Pengetahuan yang selama ini diketahui umumnya orang adalah bahwa bumi itu bulat, namun berkembang juga pemahaman bahwa bumi itu datar atau disebut juga pemahaman flat earth. Beberapa ulama sebenarnya telah membahas hal ini, mereka membahas masalah bentuk bumi dari perspektif syariat. Mayoritas mereka mengatakan bahwa bumi ini bulat, namun perlu diketahui juga bahwa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat.

Tentunya masing-masing mereka berdalil dengan yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mengabarkan tentang alam semesta ini. Sebagaimana dilansir dari situs Muslim.or.id, berikut ini adalah penjelasan apakah bumi itu bentuknya bulat atau datar ditinjau dari pandangan syariat.

Klaim ijma bumi itu bulat


Perlu diketahui bahwa ada klaim ijma’ dari sebagian ulama bahwa bumi itu bulat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

وقال الإمام أبو الحسين أحمد بن جعفر بن المنادي من أعيان العلماء المشهورين بمعرفة الآثار والتصانيف الكبار في فنون العلوم الدينية من الطبقة الثانية من أصحاب أحمد : لا خلاف بين العلماء أن السماء على مثال الكرة ……

قال : وكذلك أجمعوا على أن الأرض بجميع حركاتها من البر والبحر مثل الكرة . قال : ويدل عليه أن الشمس والقمر والكواكب لا يوجد طلوعها وغروبها على جميع من في نواحي الأرض في وقت واحد ، بل على المشرق قبل المغرب

“Telah berkata Imam Abul Husain Ibnul Munadi rahimahullah termasuk ulama terkenal dalam pengetahuannya terhadap atsar-atsar dan kitab-kitab besar pada cabang-cabang ilmu agama, yang termasuk dalam thabaqah/tingkatan kedua ulama dari pengikut imam Ahmad: “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola

Beliau juga berkata: “Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu di daratan maupun lautan, seperti bola

Beliau berkata lagi: “Dalilnya adalah matahari , bulan dan bintang-bintang tidak terbit dan tenggelam pada semua penjuru bumi dalam satu waktu, akan tetapi terbit di timur dahulu sebelum terbit di bara”.

Demikian juga Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

أن أحد من أئمة المسلمين المستحقين لإسم الإمامة بالعلم رضي الله عنهم لم ينكروا تكوير الأرض ولا يحفظ لأحد منهم في دفعه كلمة بل البراهين من القرآن والسنة قد جاءت بتكويرها

“Para Imam kaum muslimin yang berhak mendapar gelar imam radhiallahu anhum tidak mengingkari bahwa bumi itu bulat. Tidak pula diketahui dari mereka yang membantah sama sekali, bahkan bukti-bukti dari Al-Quran dan Sunnah membuktikan bahwa bumi itu bulat”.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

في كون الأفلاك كروية الشكل والأرض كذلك وأن نور القمر مستفاد من نور الشمس وأن الكسوف القمرى عبارة عن انمحاء ضوء القمر بتوسط الأرض بينه وبين الشمس

“Bahkan alam semesta dan bumi betuknya adalah bola, demikian juga penjelasan bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari dan gerhana bulan terjadi karena cahaya bulan terhalang oleh bumi yang terletak antara bulan dan matahari”

Demikian juga pendapat bahwa beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dan ulama lainnya.

Batalnya klaim Ijma’


Perlu diketahui juga bawa ada beberapa ulama ada yang menafikan bahwa bumi itu bulat seperti Al-Qahthaniy Al-Andalusy dalam kitab Nuniyah-nya,

كذب المهندس والمنجم مثله … فهما لعلم الله مدعيان

الأرض عند كليهما كروية … وهما بهذا القول مقترنان

والأرض عند أولي النهى لسطيحة … بدليل صدق واضح القرآن

“Telah berbohong ilmuan dan astronom yang semisal … mereka mengklaim atas ilmu Allah”

“Bumi menurut mereka bulat … mereka bergandengan dengan pendapat ini”

“Bumi menurut ahli ilmu agama adalah datar … dengan dalil yang jelas dari Al-Quran”.

Demikian juga dalam Tafsir Jalalain, ketika menafsirkan ayat

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

“Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (Al-Ghaasyiyah: 20).

Dijelaskan bahwa dzahir ayat bumi itu (سُطِحَتْ) “sutihat” menunjukkan bumi itu (سطحية) “sathiyyah” yaitu bulat, dalam tafsir dijelaskan,

سطحت ظاهر في أن الأرض سطح وعليه علماء الشرع لا كرة كما قاله أهل الهيئة

“Makna ‘sutihat’ zahirnya menunjukkan bahwa bumi itu datar dan dijelaskan oleh ulama, bukan bulat sebagaimana dikatakan oleh ahli astronom”.

Demikian juga Al-Qurthubi dalam tafsirnya, membantah bahwa bumi bulat, ketika menafsirkan ayat,

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).

Beliau Al-Qurthubi berkata,

وهو يرد على من زعم أنها كالكرة

“Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola”

Dari sini kita ketahui bahwa ada ulama yang menyelisihi klaim ijma’ yang disebutkan di atas.

Dalil-dalil yang digunakan kedua pendapat, dari Al-Quran dan As Sunnah


Masing-masing pendapat yang ada berdalil dengan Al Quran dan Sunnah dan saling membantah. Jika membahas dalil-dalil mereka maka cukup panjang, maka kita beri beberapa contoh saja:

1) Dalil bahwa bumi itu bulat menurut pro bumi bulat, surat Az Zumar ayat 5

Allah berfirman,

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ

“Dia menutupkan/menggilirkan (takwrir) malam atas siang dan menutupkan/menggilirkan siang atas malam” (Az-Zumar : 5).

Pro bumi bulat berkata bahwa takwir itu bermakna lingkaran atau melingkari, misalnya melingkari penutup kepala imamah, karenanya bumi itu bulat-bola bergantian siang dan malam.

Pro bumi datar membantah bahwa justru itu dalil bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran (piring bulat), matahari dan bulan berputar melingkar di atas bumi dan menggantikan siang dan malam.

2) Dalil bumi itu datar menurut pro bumi datar, surat At Thur ayat 6

Yaitu posisi baitul makmur (ka’bah penduduk langit) yang berada tepat sejajar di atas ka’bah dunia di Mekkah

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِْ وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِْ . وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

“dan demi Baitul Ma’mur , dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6)

Al-Baghawi rahimahullah berkata,

” والبيت المعمور “، بكثرة الغاشية والأهل، وهو بيت في السماء حذاء العرش بحيال الكعبة

“Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar ‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi”.

Pro bumi datar berkata: “Bagaimana mungkin bumi bulat-bola dan berputar kemudian baitul makmur sejajar dengan baitullah di Mekkah, bagaimana bisa sejajar kalau bumi-bulat berputar? berarti baitul makmur mutar-mutar di atas langit ikut bumi? Ini tidak masuk akal. Kalau bumi datar maka masuk akal jika sejajar”.

Pro bumi bulat membantah: “bisa jadi, ini hal ghaib yang tidak bisa masuk akal manusia, banyak hal ghaib yang tidak masuk akal kita sekarang, seperti di hari kiamat ada yang berjalan dengan wajahnya dalam Al-Quran. Orang dahulu tidak masuk akal jika ada yang bisa pergi ke tempat yang jauh dalam semalam saja, di zaman sekarang bisa saja dengan pesawat super cepat”.

3) Dalil bumi datar menurut pro bumi datar, surat Al Ghasyiyah ayat 20

Ayat yang menjelaskan bahwa bumi itu dihamparkan. Allah berfirman,

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

“Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan?” (Al-Ghasyiyah: 20).

Pro-datar berkata: “ini sangat jelas mengatakan bumi dihamparkan, menghamparkan permadani misalnya, tentu pada benda yang datar”.

Pro-bulat membantah: “silahkan lihat penjelasan ulama semisal syaikh Al-Utsaimin dan fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah yang menjelaskan bahwa bumi itu datar bagi pandangan manusia dari bumi, sedangkan bentuk sebenarnya adalah bulat-bola”.

4) Dalil bumi bulat menurut pro bumi bulat, klaim ijma’ dari Syaikhul Islam, Ibnu Hazm dan beberapa ulama lain.

Namun klaim ijma’ ini perlu dikritik karena adanya pendapat lain dari ulama terdahulu seperti Al Qurthuby dan penulis Tafsir Jalalain yang telah di sebutkan di atas.

Sebenarnya masih banyak lagi dalil-dalil lainnya yang menjadi pembahasan dua kubu dan kita cukupkan saja contohnya sebagaimana di atas.

Tidak ada dalil yang tegas menyatakan bahwa bumi bulat atau datar


Setelah kita melihat pendalilan dua kelompok yang berbeda pendapat, maka kita dapatkan dalam satu dalil yang sama, bisa mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka masing-masing yang bertentangan padahal dalilnya sama. Memang dalam Al-Quran dan Sunnah tidak didapatkan dalil yang tegas dan jelas mengenai hal ini yang menyebut dengan tegas “bumi bulat-bola” atau “bumi datar”.

Kita bisa lihat yang pro-bulat menggunakan penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin mengatakan bahwa bumi itu bulat dengan dalil dan penjelasan oleh Syaikh. Akan tetapi di sisi lain, Syaikh Al-Ustaimin dan juga Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata surya dan tidak berputar sedangkan matahari yang mengelilingi bumi. Tentu ini bertentangan dengan sebagian orang yang pro bumi bulat, yang mereka menyakini bahwa bumi itu bulat dan mengelilingi matahari.

Tentunya Syaikh Al-‘Utsaimin dan Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa matahari mengelilingi bumi dengan penjelasan dalil dalam Al-Quran dan Sunnah. Syaikh Utsaimin menjelaskan,

أما رأينا حول دوران الشمس على الأرض الذي يحصل به تعاقب الليل والنهار، فإننا مستمسكون بظاهر الكتاب والسنة من أن الشمس تدور على الأرض دورانا

“Pendapat kami, matahari yang mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam, kami berpegang teguh dengan dzahir Al-Quran dan Sunnah bahwa matahari itu yang benar-benar mengelilingi bumi”.

Syaikh Bin Baz juga menafikan bahwa bumi berputar (berarti matahari yang berputar mengelilingi agar terjadi siang dan malam), beliau berkata,

أما دورانها فقد أنكرته وبيَّنتُ الأدلة على بطلانه

“Adapun perputaran bumi maka aku ingkari dan aku telah jelaskan dalil tidak benarnya (perputaran bumi)”.

Dalil yang mereka gunakan untuk pernyataan “matahari mengelilingi bumi” juga banyak, salah satunya yang menurut mereka cukup jelas bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi, yaitu hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa matahari bergerak di peredarannya dan tatkala sampai di bawah Arsy maka matahari bersujud.

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ أَنَّ اْلنَّبِيَّ قَالَ يَوْمًا : أَتَدْرُوْنَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ اْلشَّمْسُ؟ قَالُوْا: اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: إِنَّ هَذِهِ تَجْرِيْ حَتىَّ تَنْتَهِيَ إِلىَ مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ اْلعَرْشِ, فَتَخِرَّ سَاجِدَةً, فَلاَ تَزَالُ كَذَالِكَ حَتىَّ يُقَالَ لَهَا: اِرْتَفِعِيْ, اِرْجِعِيْ مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ, فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا, ثُمَّ تَجْرِيْ لاَ يَسْتَنْكِرُهَا اْلنَّاسُ مِنْهَا شَيْئًا حَتىَّ تَنْتَهِيَ عَلىَ مُسْتَقَرِّهَا ذَلِكَ تَحْتَ اْلعَرْشِ فَيُقَالُ لَهَا: اِرْتَفِعِيْ, أَصْبِحِيْ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ, فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِِهَا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ: أَتَدْرُوْنَ مَتىَ ذَاكُمْ؟ ذَاكَ حِيْنَ (لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا) (الأنعام: 158)

Dari Abu Dzar bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”.

Akan tetapi yang mengatakan bahwa “bumi mengelilingi matahari” bisa membantah juga: matahari itu memang bergerak dan mengelilingi pusat tata surya. Mereka berpegangan pada fatwa ulama yaitu Syaikh Al-Albani yang menyatakan bahwa bumi itu berputar dan beliau pun membawakan dalil dan penjelasannya. Syaikh Al Albani berkata:

نحن في الحقيقة لا نشك في أن قضية دوران الأرض حقيقة علمية لا تقبل جدلا

“Kami sejatinya tidak ragu bahwa perputaran bumi merupakan fakta yang ilmiah dan tidak bisa dibantah”.

Demikianlah, kesimpulannya mengenai apakah bumi datar atau bulat-bola, maka tidak kita dapatkan dalil yang tegas menyebutkan “bumi itu bulat” atau “bumi itu datar”.

Yang benar adalah sesuai dengan penelitian dan fakta ilmiah ilmu dunia


Apakah bumi datar atau bulat maka kita kembalikan lagi kepada penelitian dan fakta ilmiah. Hal ini dicerminkan dari sikap Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di mana beliau menggabungkan kedua ilmu yaitu fakta ilmu dunia (yang menurut beliau benar) dan “yang tersirat” dalam Al-Quran dan Sunnah.

Simak tanya jawab beliau dan kehati-hatian beliau dalam berfatwa,

سؤال من مسلم بريطاني / هل في رأيكم أن العالم كروي أو مستقيم ؟
ج الشيخ : هذا السؤال جغرافي وإلا ديني ؟
س / كلاهما
ج الشيخ : كروي
س / هل أخطأ ابن باز حينما قال انها مستقيمة
ج الشيخ / مستقيمة أو مسطحة ؟
س / مسطحة
ج الشيخ / ليت أن الخطأ وقف عند المسألة الجغرافية

Pertanyaan untuk syaikh Al-Albani dari seorang muslim di Inggris:

Penyana: Apa pendapatmu, apakah bumi itu bulat atau datar?

Syaikh: Apakah ini pertanyaan geografi atau pertanyaan agama?

Penyanya: Keduanya

Syaikh: Bumi itu bulat-bola

Penanya: Jika demikian syaikh Bin Baz salah mengatakan bumi lurus (ingat ada klarifikasi bahwa syaikh Bin Baz mengatakan bumi itu bulat, pent)

Syaikh: Lurus atau datar?

Penanya: Datar

Syaikh: Saya berharap itu adalah kesalahan geografi (Syaikh Al-Albani yakin Syaikh bin Baz cerdas masalah agama sehingga, sehingga beliau berharap Syaikh bin Baz menjawab dengan pengetahuan beliau dari ilmu geografi, pent).

Dari tanya jawab ini kita dapat dua pelajaran penting:

Pertama: Syaikh Al-Albani sangat hati-hati berfatwa sehingga beliau bertanya apakah bumi bulat atau datar tersebut, apakah ditinjau dari segi ilmu agama atau ilmu geografi dan penanya menjawab “keduanya”. Maka syaikh Al-Albani menjawab bahwa bumi itu bulat, karena ditinjau dari ilmu geografi beliau bahwa bumi itu bulat, sedangkan dari ilmu agama, beliau lebih condong dengan dalil yang tersirat (bukan dalil tegas), karena tidak ada dalil yang tegas bahwa bumi itu bulat

Beliau menjelaskan setelah tanya jawab tadi bahwa tidak ada dalil tegasnya, beliau berkata,

ليس هناك نص قاطع يؤيد أحد الوجهين المختلفين …بعض الآيات من القرآن الكريم التي تتعلق بهذا الموضوع يمكن أن يفهم منها ثبات الأرض وسطحيتها ، والبعض الآخر يمكن أن يفهم منها حركتها ودورانها

“Tidak ada dalil tegas yang mendukung dua pendapat yang berbeda ini… sebagian ayat Al-Quran yang berkaitan dengan hal ini bisa jadi dipahami bahwa bumi itu tetap dan datar dan sebagian ayat lainnya bisa saja dipahami bumi bergerak dan berputar.”

Bahkan beliau menegaskan selanjutnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar bukanlah permasalahan aqidah, beliau berkata

ولهذا قلنا أن هذه ليست مسألة اعتقادية

“Karenanya kami katakan bawa masalah ini bukanlah masalah i’tiqadiyah”

Tentunya jika memang masalah aqidah tentu sudah dibahas dan menjadi penekanan utama oleh banyak ulama dalam berbagai kitab mereka.

Kedua: Lihat sikap Syaikh Al-Albani yang bersebrangan dengan Syaikh Bin Baz, beliau sangat berharap Syaikh Bin Baz hanya salah dalam ilmu geografi saja dan ini wajar karena Syaikh Bin Baz bukan ahli geografi dan hanya ikut saja dari apa info yang sampai ke beliau.

Patut direnungi oleh sebagian kecil saudara kita muslim yang mungkin saling berdebat apakah bumi itu bulat atau datar sampai tahap mencela, menyindir dan sampai bermusuhan dalam masalah ini, padahal mereka bersaudara dalam Islam dan yang lebih penting hal ini bukanlah permasalahan aqidah.

Kesimpulan dari tulisan diatas adalah:


1. Tidak ada dalil yang tegas dalam Al-Quran dan Sunnah yang menyatakan bahawa bumi itu bulat atau datar, sedangkan klaim ijma yang ada perlu dipertanyakan validitasnya, karena diketahui ternyata ada beberapa ulama yang menyelisihi klaim ijma’ tersebut.

2 Permasalahan apakah bumi bulan atau datar bukanlah permasalahan aqidah.

3. Jika memang bukan permasalahan aqidah terutama, tidak layak bagi kaum muslimin berpecah belah dalam hal ini, saling mencela, menyindir dan bermusuhan dalam rangka mendukung pendapatnya.

4. Karena bukan masalah aqidah maka tidak bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir hanya karena keyakinan apakah bumi bulat atau datar. Karenanya syaikh Bin Baz ketika mengingkari bumi berputar (beliau berpendapat bumi diam), tetapi beliau tidak mengkafirkan yang mengatakan bumi berputar, beliau berkata,

ولكني لم أكفِّر من قال به

“Akan tetapi aku tidak mengkafirkan mereka yang mengatakan demikian”.

5. Apakah bumi itu bulat atau datar maka dikembalikan kepada penelitian dan fakta ilmiah dan tentunya oleh para ahlinya dalam masalah ini. Allah berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui” (An-Nahl:43).

6. Dalil Al-Quran dan Sunnah yang sudah pasti dan tegas (dalil qath’i) tidak akan bertentangan dengan fakta ilmiah dan akal manusia yang sehat. Sebagaimana dijelaskan bahwa tidak ada dalil tegas apakah bumi itu bulat atau datar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan,

كل ما قام عليه دليل قطعي سمعي يمتنع أن يعارضه قطعي عقلي

“Semua yang telah ada dalil pasti/qath’i maka tidak bertentangan dengan akal yang sehat”

7. Yang lebih penting adalah dari “bumi datar atau bulat” adalah kita hidup di atas bumi, akan meninggalkan bumi menuju kampung akhirat yang kekal serta bagaimana agar bumi sebagai tempat mencari bekal untuk pulang ke kampung akhirat yaitu bekal iman, takwa, amal kebaikan yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk di muka bumi.

Demikian pembahasan ini, semoga artikel diatas bermanfaat dan silakan tinggalkan komentar kamu dengan bahasa yang baik dikolom komentar dibawah ini.

Artikel NGOPO.COM Lainnya :

41 comments:

  1. Assalaamu ‘alaikum

    Bismillaahirrokhmanirrokhiim

    Kalau diperhatikan, “kelemahan” umat Islam yaitu Jarang Take Action. Atau bisa juga diasumsikan Minoritas Muslimin Do Action, Mayoritas Muslimin Do Thinking. Maka sungguh membanggakan bila komposisi ini dibuat seimbang. Maksud kami 50% populasi Do Action, 50% populasi Do Thinking

    Singkat kata, mari kita kaum Muslimin melakuakn ekspedisi fisik ke Selatan. Ini persis seperti perintah Allah kalian tidak akan bisa menembus (mengeksplorasi) langit kecuali menggunakan Sulthon (alat-alat)

    Walaupun bisa juga diartikan firman tsb sebagai Allah Sedang Hanya Berkata, tetapi bisa pula diartikan bahwa Allah Sedang Memerintah Muslimin untuk Do Action. Setidaknya Allah sedang menyuruh jutaan muslimin untuk melintasi langit, dimana dengan begitu otomatis menyuruh muslimin untuk Kreatif mengarang alat alat teknik

    Itu baru urusan ke langit. Maka nanti pasti akan terbersit cita cita mengebor bumi, dannnn.... Menjelajah kawasan Selatan

    Sehingga apabila ribuan muslimin sudah injakkan kaki di kawasan Selatan, maka tidak akan ada lagi debat. Justru Glory and Gold akan didapat kaum muslimin, sebagai karunia tambahan

    Akhir kata, salaamu’alaikum


    ReplyDelete
  2. Assalamu alaikum wr. wb

    mohon pencerahannya, mengenai hadist yang mengatakan bahwa ka'bah dibumi sejajar dengan yang di atas langit ( Baitul Makmur ) seperti yang disebutkan Dalil Al-Quran dan Sunnah yang sudah pasti dan tegas (dalil qath’i) tidak akan bertentangan dengan fakta ilmiah dan akal manusia yang sehat. bagaimana memasukannya ke akal sehat kita soal kesejajaran tersebut jika bumi berbentuk bola, berputar (rotasi) ditambah lagi berevolusi?

    selain dari perihal baitukl makmur, hal lainnya adalah ketidakpastian arah kiblat jika bumi bola dengan lengkungannya jadi banyak yang sebenarnya menghadap langit, kemudian bagaimana menentukan arah bagi negara yang berada 180 derajat dari ka'bah?

    kemudian saat kiamat matahari dibuat dekat dan jumlahnya lebih dari satu, jika bola bumi yang saat ini dipercaya ratusan kali lebih kecil dari matahari kemudian Allah mendekatkan satu saja mataharinya, bumi langsung hancur dan bertabrakan?

    dan mohon dipertimbangkan lagi apakah jika kita menentang / lebih tidak percaya pada dalil2 yang menyatakan hal tersebut diatas apakah benar tidak menyinggung/merusak akidah?

    wallahu 'alam bishowab


    mohon pencerahannya bagi saya,
    salam ukhwah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pemahaman yang benar. Apa yang disebut fakta ilmiah oleh penganut keyakinan SAINS MODERN adalah imajinasi. Pastikan ini pemahaman yang benar dan sampaikan kepada umat Islam yang tersihir SAINS MODERN

      Jangan lupa baca ini :
      http://bakingbrain.blogspot.co.id/2016/08/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari.html

      salam

      Delete
    2. benar apa yang dikatakan saudara ini sama persis seperti yang saya pikirkan dari dulu.

      lihat juga
      https://www.youtube.com/watch?v=E9tL-lPsDZM&list=PLQt5a4m_Y05VI4WwgOLKxWXIw655PlHH2
      bukti bahwa bumi datar dan jangan lupa cocokkan dengan alquran

      Delete
  3. Kalau bumi bulat. Berarti orang yang tinggal berada tepat di bawah ka'bah di belahan ujung bumi lainnya. Berarti bisa sholat ke segala arah, apakah begitu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ente kalau naik haji terus solat di dekat ka'bah sambil membelakangi ka'bah dan siap" saja semua pada ketawa ngliatin ane. Klw udah dekat ya palingan wajah ke paling dekat lah.

      Delete
    2. Menghadap kiblat itu untuk keseragarahaman dalam beribadah. Makanya tiap negara, utamanya punya fatwa tentang arah kiblat

      Delete
    3. Misalnya di Indonesia sendiri ulama sepakati ke barat.

      Delete
    4. Misalnya di Indonesia sendiri ulama sepakati ke barat.

      Delete
    5. Saya sangat memahami pertanyaan saudara Fahmi Aulia Rahmat, karena saya sudah mencoba mendalami pertanyaan ini dengan mengutak atik google earth. apa yang kamu katakan hampir benar, kalau kita melihat kiblat dari google earth (GE) maka orang yang berada di benua Amerika arah kiblatnya ke Utara, padahal kalau mengacu para peta GE orang diamerika juga bisa shalat menghadap ke barat atau ketimur supaya bisa menghadap ka'bah, jadi kalau mengacu pada peta GE di amerika mesjidnya menghadap ke ketimur kebarat atau ke utara untuk menghadap Ka'bah, sungguh hal yang akan membingungkan. tetapi hal ini tidak akan terjadi kalau peta adalah datar, jadi kalau dari amerika tetap menghadapnya ke arah utara tidak bisa melalui arah yang lain. semoga ini menjadi pelajaran bagi orang2 yang mau berpikir.

      Delete
  4. Bukan masalah bentuk bumi nya bulat atau datar, tapi kelompok Flat Earth ingin membongkar bahwasanya ada pembohongan publik oleh Elite Global.
    Menurut diri gw pribadi, untuk apa mereka bikin teori Flat Earth? Untuk dapet duit? Tidak.
    Mereka melakukannya, karena mereka tidak rela jika dunia dipimpin oleh Elite Global (Illuminati, ISIS, Zionis, Penyembah Setan).
    Gw ga mihak Flat Earth atau Bumi Bulat, cuma mau kasih pendapat aja^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam damai.

      Bukan masalah bulat atau datar? Benarkah? Tapi yang diusung pertama kali permasalahan datar dan bulat, dikaitkan dengan konspirasi.

      Jika ingin membongkar konspirasi sah sah saja. Saya setuju malah. Dan pasti banyak yang mendukung, selama yang dibahas konspirasinya. Umat muslim pun percaya konspirasi wahyudi sngat berbahaya.

      Tapi jika dikaitkan dengan bentuk bumi, pasti muncul pro dan kontra. Terutama dari orang2 yang berkecimpung di bidang fisika, astronomi, geologi, geografi, dan ilmu2 lain yang berkaitan.

      Trims

      Delete
    2. Itu yg membuat video Flat Earth sudah mempelajari "Elit Global (pengikut Dajjal)" selama kurang lebih 11 tahun... Mereka akhirnya tidak mendapatkan jalan keluar meruntuhkan Elit Global karena semuanya terkait kontrak dan satu-satunya cara ialah melalui konsep bumi datar yg tidak memiliki kontrak... Jika Anda ingin meruntuhkan Elit Global tanpa melalui konsep bumi datar maka 100% Anda takkan menemukan jalan keluar kecuali atas izin Tuhan...

      Delete
    3. Setuju sama gan Bakhid! Gaada cara lain, soalnya seluruh dunia punya hutang sama Elite Global. (Btw ane anonymous yg ente komenin)

      Delete
    4. maksudnya konspiras wahyudi apa yah..? jika yang dimaksud golongan suatu agama rasanya kurang pas. mungkin maksudnya (dari yang saya ketahui) "mereka" yang mengatasnamakan agama itu. jika dilihat di negara suci palestina sendiri 3 agama hidup rukun. mohon maaf kalau pengetahuan saya masih terbatas. yang perlu diwaspadai bukan "wahyudi itu, tapi "mereka" nya. menurut saya.. mereka : elite global

      Delete
  5. Gak ada kesepakatan ulama Indonesia menghadap kiblat itu ke Barat....
    Arah kiblat ya ke kiblat ke Ka'bah di Mekah...

    ReplyDelete
  6. pertanyaannya... bahkan para nabi terdahulu tidak tau kalau bumi itu bulat ???

    ReplyDelete
  7. pertanyaannya... bahkan para nabi terdahulu tidak tau kalau bumi itu bulat ?

    ReplyDelete
  8. Udah jangan debat lagi,Hamparan ya Hamparan...bulat ya bulat...
    Jika bumi bulat,jika pesawat luar angkasa keluar dari bumi,dengan kecepatan 10000km/jam,sedangkan bumi berputar mengelilingi matahari 108000km/jam,sanggup apa tidak pesawat itu ngejar bumi...?
    Jika bumi datar...
    Coba aja kamu tumpahkan air di atas meja,apa yg terjadi..ha ha
    Kata org bisa di bantah,yg tak bisa di bantah itu Al-qur'an...

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  9. Lebih asyik kalo bumi itu hamparan bagai permadani...hehe
    Lebih asyik kalo matahari dan bulan berjalan menurut garis edarnya..jadi matahari bukan pusat semesta..apalagi menyembahnya..
    Lebih asyik kalo menghadap kiblat melingkar terpusat ke ka'bah
    Lebih asyik kalo manusi tak ada yang mampu menembus langitNya
    Lebih asyik kalo saint modern bisa mengikuti Alqur'an bukan sebaliknya
    Lebih asyik dan mantab bila mengikuti kitab suci Alqur'an yang juga sumber ilmu daripada ilmu tanpa agama..
    Lebih asyik menjadi keturunan manusia daripada kera (aku korban teori darwin)

    ReplyDelete
  10. hamparan = sepanjang / sejauh mata memandang. tidak bertentangan dgn bumi bulat. kesimpulan: bumi itu bulat, karena luasnya ketika manusia memandang menjadi hamparan.

    ReplyDelete
  11. Gaperlu berdebat kusir tentang bumi bulat atau datar. Yang perlu itu membongkar kebohongan ELITE GLOBAL! kalau kalian masih percaya bumi ga datar, mending cari cara lain untuk meruntuhkan dominasi 1% penduduk dunia itu (EliteGlobal).
    Gw mendukung Konspirasi Flat Earth karena menurut gw, ada kemungkinan bisa meruntuhkan Elite Global. Soalnya Flat Earth ga terkait dengan hutang dunia kpd Elite Global.
    Klo soal bentuk bumi gw ga terlalu mikirin. Itu urusan Allah. Tujuan gw cuma mau umat Islam yang menguasai dunia, bukan penyembah setan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. flathearth tetap ada hubungannya dengan Elit*Global, karena terkait dengan eksperimen (yang kita gak tau real apa fiktif) yang dilakukan oleh NA*SA. dan sepengetahuan saya NA*SA itu juga dikemudikan oleh EG

      Delete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Kenapa yang pro bumi bulat selalu memaksakan dalil al qu'ran harus mengikuti sains modern? Dan selalu menyangkal dan memaksakan dalil yg sudah jelas sehingga berbelok ke sains modern? Nanti kalau bumi ketahuan benaran hanya berupa hamparan.. Barulah ulama nya blg lgi al quran maha benar.. Jelas disebutkan ayat bla bla bumi merupakan hamparan yang luas.. Sudah lah gan.. Benarkan lah ayat alquran yg sudah jelas dan mudah dipahami.. Jgn di balik balik dan harus sesuai sains modern seperti itu.. Yg di ikuti itu al quran dan rasul.. Bukan ulama ulama yg ntah berantah benar atau tidak.. Sudah jelas nabi muhammad berkata matahari pergi dan bersujud.. Kemudian dsuruh terbit lagi.. Artinya matahari yg mengelilingi bumi.. Bukan mataharinya bergerak beserta galaxy.. Ini koplak nya kemana coba??? Udah jelas banget di al qur'an jelasin bumi berupa hamparan.. Masih aja yg menyangkal klaw hamparan ini bla bla bla.. Anda seperti memaksakan hamparan itu harus bulat bray.. Emang bisa menghampar karpet di benda yg bulat gitu??? Hamparan ya tempatnya datar.. -_-.. Ngakunya ulama hafal ini itu.. Hamparan aja kagak tau -_-.. Teus ada lagi yg tentang siang dan malam surat az zumar.. Itu kenapa cuman di ambil setengah ayat aja suratnya broooo???? Sampai habis dong bacanya.. Itu di jelasin lagi bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan pada garis edarnya sampai pada waktu yang di tentukan?????? Hellowwww.. Sudah jelas itu dikatakab berjalan.. Kenapa anda masiiihhhhh saja membantah dan terus membantah seperti kaum jahilliah.. Terlalu memaksakan dan membenarkan sains modern.. Al quran lah yg paling benar brooooo.. Berarti bulat atau datar??? Ya jelas bukan kedua duanya.. Tapi hamparan bro.. Jdi yg bohong siapa? Yg bohong ya SAINS MODERN dan NASA.. Itu udh seperti doktrin dari kecil.. Untuk menghancurkan umat beragama.. Coba perhatikan secara teliti.. Rata2 foto yg mereka berikab editan semua.. Semoga membantu bray penjelasan saya thanks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fuuh... speechless... Sekelas DR. Zakir Naik dibilang koplak. Nyimak ajalah...Aku mah apa atuh...???

      Delete
    2. Memahami Quran tidak semudah itu kawan... Kebenaran hanya milik Allah... Kita memang diberikan akal dan fikiran, jika saya tidak salah dan mohon maaf jika dgn lancang mencoba mengartikan Al Quran, dihamparkan itu maksudnya dihamparkan bagimu.. Berarti utk kita, makanya knp kalau kita melihat kemanapun bumi ini seperti benda yg datar. Justru saya melihat hal ini sebagai kebesaran Allah dan merasa bahwa manusia sgt lah kecil sekali.. Kemudian utk arah kiblat, pahami dulu soal orientasi, manusia itu kecil sekali dibandingkan bumi yg besar ini.. Karena bumi bulat dan berputar tidak akan ada orang yg sholat di selatan, utara, barat Timur, semua bergerak dinamis bersama bumi. Justru kalau bumi nya datar, matahari tdk terbit di timur, tapi sedikit ke timur laut. Begitu pun tenggelam, bkn di barat tapi sedikit di barat laut. Silahkan coba sendiri kalau tidak percaya,menggunakan bumi datar..

      Delete
  14. Jadi kesimpulannya bulet apa datar nih? *nyalain kompor, siap-siap goreng telor..* :p

    ReplyDelete
  15. jarang pakai referensi ayat ini ya ??? “Dan (Ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (Al-Kahfi: 47)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bumi nya alam mahsyar, bukan bumi yg berada di dunia, itu udah di alam akhirat.. Jadi berbeda konteks..

      Delete
  16. dari comen di atas setelah saya simpulkan ternyata bumi Bulat

    ReplyDelete
  17. Asik nih hiburan tengah malem, lihat para profesor dadakan sedang berdebat kusir wkwkw

    ReplyDelete
  18. Tadi pagi saya makan asem asem daging terus siangnya pengen makan rujak cingur, lumayan enak banget rujaknya... Barusan ak makan mi ayam.
    Sungguh indah hidup ini masih bisa menikmati semua yang tersedia di alam ini...
    Terima kasih ya allah atas semua limpahan rejeki yang engkau berikan...
    Amien....

    ReplyDelete
  19. Alasan saya tetap percaya bumi bulat :

    1. Kesadaran bahwa bumi itu sgt luas dan hanya ada satu (tdk ada yg bisa utk membandingkan) dan manusia sgt kecil menjadikan manusia tdk bisa langsung menyimpulkan bentuk bumi hanya dg penglihatan mata dan perasaannya sendiri. (Analoginya : jika manusia sekecil bakteri dan tinggal di kulit sapi tdk akan bisa menyatakan bentuk sapi hanya atas dasar penglihatan mata dan perasaannya sendiri)

    2. Saya tidak menemukan satu pun bukti atau pernyataan dari video bumi datar (flat earth = FE) yg tdk bisa dibantah oleh sains modern.

    3. Banyak sekali kebohongan yg sangat nyata di dlm video FE. Bahkan kebohongannya sering memalukan. Pembohong masih saja dipercaya, ini keanehan dan kebodohan yg nyata

    4. Tidak ada bukti bahwa foto bumi dari NASA adalah palsu. Tuduhan serius ini tdk pernah dibuktikan dg benar.

    5. FE tdk punya bukti kongkret berupa foto asli keseluruhan gambaran bumi versinya. Konsepnya tdk lebih hanya sekedar asumsi dan imajinasi.

    6. Konsep FE sama sekali tdk bisa menjelaskan byk fenomena seperti siang malam, gerhana, jarak satu tempat dg tempat lainnya (Peta bumi datar jarak satu tempat dg tempat lain tdk akurat, tdk bisa meramalkan kapan dan dmn gerhana terjadi, kepastian tempat2 yg mengalami siang dan malam dlm satu hari tidak jelas), sedangkan bentuk bumi bulat dan science modern menjelaskan dg sgt akurat siang malam dan gerhana (menit dan lokasinya) dan jarak tempat satu dg tempat lainnya (peta bisa di-zoom dan akurat jarak satu tempat dg tempat lain).

    7. Keberadaan satelit itu nyata. Banyak negara punya satelit. Iran, jelas2 musuh Amerika, jg punya satelit. Foto bumi dari satelit tdk terbukti palsu. Jika ada yg menyatakan terbukti palsu, seharusnya dicek lagi kebenaran bukti itu. Argumen penyangkalan akan adanya satelit lebih menunjukkan kedangkalan pengetahuan tentang teknologi satelit.

    8. Argumen FE seringnya bukanlah bukti yg membantah bumi bulat tp justru lebih menunjukkan kebodohannya akan fakta2 dan fenomena alam di bumi dan ruang angkasa yang unik yg perlu pengetahuan yg cukup untuk memahaminya.

    9. Teknologi memang tampak ajaib, tapi kurang ajaib apa hidup kita sekarang ini jika disaksikan oleh orang yg hidup di jaman pra teknologi.

    10. Al Qur'an tdk pernah menyatakan bumi itu datar, tp menggunakan kata yg maknanya dihamparkan. Kenapa Al Qur'an tidak gamblang saja memakai kata datar? Al Qur'an menyatakan matahari beredar pada garis edarnya. Sains modern menyatakan matahari beredar pada garis edarnya mengelilingi pusat galaxy bima sakti . Cocok.

    ReplyDelete
  20. Salaam....jauhi debat adalah ciri" muslimin.walaupun kurang bgitu penting buat saya masalah bumi itu datar atau bulat.tapi keimanan saya tetap tidak akan bisa membantah AlQuran yg lebih tidak mengatakan bumi itu bulat.dan alangkah lebih baiknya jika ada muslimin yg mampu,mulai sekarang coba buktikan masalah selisih waktu antar wilayah,misalnya di satu tempat siang dan ditempat lain malam mungkin itu bisa lebih jadi acuan kita untuk lebih berfikir,Wallooohu A'laama Bisshowwaab....salam ukhuwah saudara" ku se Iman

    ReplyDelete
  21. Assalamu Alaikum..! Mohon maaf, coba penulis melihat Q.S. Ar-Ra'd ayat 2-4 dan Yassin 36-40 disini digambarkan tentang hamparan bumi dan pergerakan matahari dan bulan pada edarannya dan dia bagaikan sebuah pasangan. Terkait dgn Ijma itu tdk bisa dikatakan Ijma krn ada beberapa Ulama yg tdk sepakat. Dan masalah aqidah saya rasa ini ada hubugannya. jika buminya bulat maka bagaiman bisa menentukan arah kiblat krn membelakangpun itu juga mengarah ke kiblat liat Q.S. al-Baqarah ayat 150. Dan yang menarik arah kiblat di Amerika Utara dgn posisi ke arah Utarah yg seharusnya ke arah Barat kalo buminya bulat. Terima kasih. Wassalam..!

    ReplyDelete

Scroll to top