Kisah Menarik Dari Ippho Santosa Agar Open Minded dan Tidak Mudah Memusuhi


Ngopo.com - Ini adalah sebuah kisah atau pengalaman yang cukup menarik yang ditulis oleh salah seorang motivator terkenal di tanah air, dari pengalaman ini bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya, bahwa tak semua apa yang tampak aneh dan baru dimata kita itu adalah hal yang salah dan perlu dihindari. Jangan karena keterbatasan ilmu kita kemudian berani memvonis "salah" orang lain yang berbeda dengan kita. Maka disinilah kita perlu memperluas wawasan agar tidak menjadi orang yang jumud.

Memang sudah menjadi fitrahnya manusia, kalau tak paham, ia cenderung menolak dan memusuhi. Bukan dalam amalan saja, dalam bisnis dan teknologi juga, manusia sering seperti itu. Menolak sesuatu yang baru atau belum pernah dilihatnya. Semoga setelah membaca ini kita semua menjadi orang yang open-minded dan selalu belajar.

Berikut tulisan Ippho Santosa yang kami kutip dari akun facebooknya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan berfikir kita.

Pernah saya memasuki masjid, lengkap dengan kemeja dan jas, lalu salah satu pengurus masjidnya nyeletuk, "Tuh orang, kok pakaiannya kayak Yahudi?" Ini terjadi di sebuah kota di Kalimantan.
Mendengar itu, saya diam saja. Mungkin dia belum tahu kalau Mustafa Yaqub, Erdogan, dan Mursyi pun pakai jas. Fyi, saya melihat orang-orang Yahudi di Afrika memakai gamis. Sebenarnya mengenakan jas, tak terlarang dalam Islam. Jas hujan sekalipun, hehehe. 
Di kesempatan lain, saya masuk masjid dengan kaos kaki. Ini terjadi di sebuah kota di Jawa Timur. Sayangnya, salah satu jamaah di sana mempermasalahkan. Kok pakai kaos kaki? Sampai-sampai dia mencecar saya dan mengajak orang mencecar saya di social media. 
Padahal, ada dua kemungkinan. Pertama, sebelumnya saya sudah berwudhu. Kedua, saya berwudhu dengan mengusap kaos kaki dan ini ada fiqih-nya. Kecuali pakai kaos kaki di hidung, nah itu baru bermasalah, hehehe. Ntar nggak sempurna sujudnya, hehehe. 
Bahkan sholat dengan bersepatu saja, dibolehkan. Saya sering melakukan ini manakala travelling atau keadaan-keadaan mendesak. Ketika Jumatan di Jeddah, jemaah di sebelah saya malah sholat dengan bersepatu. Tentu, ini ada syarat-syaratnya. Kalau penasaran, googling saja di Yahoo, hehehe. 
Istri saya dan ibu saya, kalau sholat di musholla di mall, tak pernah memakai mukena. Soalnya pakaian yang dikenakan sudah memadai untuk sholat. Dan mereka langsung sholat, jarang-jarang singgah dulu ke tempat wudhu. Soalnya, alhamdulillah, mereka selalu menjaga wudhu. 
Sebagian orang, karena kurang paham, sering menganggap ini aneh. Menurut mereka, "Sholat kok nggak pakai mukena? Sholat kok nggak wudhu dulu?" Itu kan menurut mereka. Padahal? Yah, begitulah. 
Sudah menjadi fitrahnya manusia, kalau tak paham, ia cenderung menolak dan memusuhi. Bukan dalam amalan saja. Dalam bisnis dan teknologi juga, manusia sering begini. Menolak sesuatu yang baru atau belum pernah dilihatnya. Saya berharap kita semua menjadi orang yang open-minded dan selalu belajar. Sip? 
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.

Artikel NGOPO.COM Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top