Penyebab Sering Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

Ngopo.com - Sakit kepala adalah rasa sakit yang terjadi di wilayah sekitar kepala. Sakit kepala ini bisa terjadi pada satu atau kedua sisi kepala. Sakit kepala bisa terasa seperti nyeri yang tajam dan berdenyut. Sakit kepala tidak ada jangka waktu tertentu, bisa muncul perlahan-lahan namun juga bisa muncul secara tiba-tiba.

Pada umumnya sakit kepala yang terjadi tidaklah terlalu serius dan bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat pereda sakit, minum air putih yang cukup, dan lebih banyak beristirahat. Namun, ada beberapa jenis sakit kepala yang membutuhkan penanganan lebih, karena jika tidak ditangani bisa membahayakan nyawa Anda.

Penyebab Sering Sakit Kepala
Penyebab Sering Sakit Kepala

Penyebab Sering Sakit Kepala


Penyebab sakit kepala ini bisa terjadi karena berbagai macam hal. Seorang dokter dapat mengetahui apa penyebabnya serta menentukan perawatan yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan yang lengkap.

Sakit kepala umumnya diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain. Sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang disebabkan aktivitas yang berlebihan atau adanya masalah pada struktur di kepala yang sensitif terhadap rasa sakit dan bukan merupakan gejala akibat penyakit lain.

Sakit kepala primer dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah adanya masalah atau gangguan pada otot kepala dan leher, aktivitas kimia di otak, pembuluh darah dan juga saraf. Pada sebagian orang, sakit kepala primer bisa terjadi karena memang sudah turun-temurun di keluarganya. Dibawah ini merupakan beberapa tipe sakit kepala primer yang sering terjadi.
  • Sakit kepala cluster. Sakit kepala ini dalam setahun bisa terjadi selama satu atau dua bulan. Penderita sakit kepala cluster ini merasakan sakit yang luar biasa dan merambat rasa sakitnya ke wilayah sekitar mata. Gejala sakit kepala cluster ini tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang dijual bebas, tapi Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan rasa sakit melalui perawatan yang lebih spesifik.
  • Sakit kepala tegang. Sakit kepala ini merupakan jenis sakit kepala yang paling sering terjadi. Biasanya seseorang yang menderita sakit kepala jenis ini akan merasakan sakit seolah-olah ada pita karet yang melilit di sekeliling kepalanya dan kepala terasa seperti ditekan terus-menerus. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit kepala ini, seperti kurang tidur, depresi, stres, dehidrasi, telat makan, dan lain-lain.
  • Migrain. Migrain ini lebih jarang terjadi bila dibandingkan dengan sakit kepala tegang. Orang yang terkena migrain akan merasakan salah satu sisi atau bahkan kedua sisi kepala seakan-akan berdenyut. Migrain ini bisa terus berulang dan tentunya akan membuat rutinitas keseharian Anda terganggu. Penyakit ini dapat diatasi dengan obat yang dijual di apotik atau toko lainnya, akan tetapi jika migrain sudah parah, sebaiknya  segera bawa ke dokter untuk mendapatkan resep yang tepat dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sakit kepala primer juga disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti telat makan, stres yang berlebihan, perubahan waktu tidur, mengkonsumsi makanan yang diproses dengan kandungan senyawa garam asam (nitrat), dan lain-lain.

Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala yang diakibatkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di bagian kepala karena disebabkan adanya suatu penyakit. Dibawah ini adalah beberapa penyebab sering sakit kepala sekunder :
  • Sakit kepala yang terjadi karena adanya infeksi seperti meningitis. Infeksi juga bisa terjadi dari bagian tubuh lain selain kepala, misalnya pada kasus flu, sinusitis, infeksi telinga, dan infeksi pada gigi.
  • Terjadinya perdarahan atau terdapat sumbatan pada pembuluh darah di otak.
  • Adanya Trauma, seperti trauma setelah kecelakaan atau akibat terbentur sesuatu.
  • Pengar (hangover)
  • Kanker otak.
  • Sakit kepala rebound. Sakit kepala ini diakibatkan karena terlalu banyak mengkonsumsi obat pereda rasa sakit
Untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat dan bisa mendapat penanganan lebih lanjut disarankan menemui dokter, karena bisa jadi sakit kepala yang Anda alami mungkin saja merupakan gejala dari penyakit yang serius. 

Pengobatan Sakit Kepala


Untuk mengobati sakit kepala yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan melihat gejala-gejala yang terjadi dan melihat apa penyebabnya, karena tidak semua jenis sakit kepala bisa diobati hanya dengan minum obat sakit kepala.

Pengobatan Sakit Kepala Tegang

Pada dasarnya obat sakit kepala yang dijual bebas, seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin bisa mengatasi sakit kepala tegang sesaat. Dan bisa juga dengan melakukan beberapa terapi alternatif untuk mengurangi sakit kepala, seperti berikut ini:
  • Melakukan pemijatan di sekitar kepala yang sakit
  • Melakukan terapi air hangat
  • Terapi perilaku kognitif yaitu terapi di mana pasien diajari untuk mengelola stres yang bisa memicu sakit kepala tegang.
  • Latihan relaksasi.
  • dan lain-lain.

Pengobatan Migrain

Secara umum, pengobatan migrain ini dibagi menjadi dua, yakni pengobatan untuk meredakan gejala (abortif) dan pengobatan untuk pencegahan migrain :
  • Pengobatan abortif. Untuk meredakan sakit kepala migrain ini, Anda bisa mengkonsumsi beberapa jenis obat yang bisa dibeli di apotik tanpa resep dokter seperti aspirin, ibuprofen, asteaminofen (paracetamol), obat-obatan golongan triptans, ergotamine, obat-obatan anti mual, serta obat golongan glukokortikoid.
  • Pengobatan pencegahan. Tidak semua penderita sakit kepala migrain membutuhkan pengobatan pencegahan. Disarankan untuk mengkonsumsi obat pencegahan jika Anda mengalami serangan migrain setidaknya 4 kali dalam satu bulan, migrain berlangsung selama 12 jam atau lebih, jika obat-obatan anti nyeri tidak lagi bisa membantu meredakan gejala, atau jika migrain menyebabkan mati rasa. Maka, pengobatan untuk mencegah serangan migrain ini antara lain adalah obat penghambat beta (beta-blocker), golongan antidepresan, obat antikejang, serta obat anti-inflamasi non-steroid terutama naproxen.

Sakit kepala migrain ini membutuhkan penanganan khusus, tidak seperti halnya sakit kepala tipe lainnya. Penjelasan yang lebih detail bisa Anda konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang lebih tepat sesuai dengan kondisi penyakit Anda.

Pengobatan Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster tidak akan efektif jika hanya diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas di toko atau apotik. Sakit kepala cluster ini bisa datang secara tiba-tiba dan kemudian bisa reda dengan cepat. Ada beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala cluster ini, yaitu:
  • Mengkonsumsi obat pencegahan sakit kepala.
  • Memakai triptan nasal spray yang sudah diberi resep oleh dokter, seperti sumatriptan atau zolmitriptan. Cara penggunaan obat ini adalah dengan menyemprotkan ke dalam lubang hidung.
  • Menghirup oksigen 100 persen menggunakan masker.
  • Memakai obat suntik misalnya sumatriptan untuk meredakannya dengan cepat saat terjadi serangan sakit kepala ini.
Itulah penyebab sering sakit kepala dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan keluarga.

Artikel NGOPO.COM Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top